Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label elektronik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label elektronik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Mei 2017

Pengertian, Fungsi, Jenis UPS dan Stabilizer Komputer

Pengertian, Fungsi, Jenis UPS dan Stabilizer Komputer

Pengertian, Fungsi, Jenis UPS dan Stabilizer Komputer – Sebagian besar dari anda tentu pernah mendengar istilah UPS dan stabilizer bukan? Namun tahukah anda sebenarnya apa itu UPS dan stabilizer, serta apa fungsi dari alat tersebut? Jika belum, maka kita cari tahu bersama-sama.
Sebelum itu anda perlu tahu bahwa alat bernama UPS dan juga stabilizer banyak ditemukan satu paket dengan perangkat dengan komputer. UPS sendiri merupakan singkatan dari uninterruptible power supply yang dapat membackup energi listrik untuk komputer.
Jadi pada saat listrik utama padam, komputer bisa tetap menyala karena disuplay oleh energi listrik yang telah disimpan oleh UPS. Lantas apa itu stabilizer? Stabilizer alias stavolt adalah alat yang dapat digunakan untuk menjaga tegangan dan arus listrik agar tetap stabil. Berikut ulasan lengkap mengenai UPS dan stabilizer.

Pengertian, Fungsi, dan Jenis UPS


Seperti yang telah kami katakan tadi bahwa UPS adalah singakatan dari uninterruptible power supply. UPS sendiri merupakan sebuah alat yang memiliki kemampuan menyimpan energi listrik, dan energi listrik tersebut bisa digunakan pada saat listrik utama padam.
UPS biasanya digunakan satu paket dengan komputer. Jadi saat listrik utama yang digunakan untuk menghidupkan komputer padam, maka listrik yang telah disimpan di UPS langsung bisa disuplay sehingga komputer tetap nyala dan dapat digunakan. Dalam UPS terdapat baterai yang berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan energi listrik.
Salah satu fungsi UPS ini adalah menjaga agar tidak ada data komputer yang hilang saat listrik tiba-tiba padam. Ada dua mode saat menggunakan UPS. Mode pertama adalah standby, yakni ketika listrik hidup UPS akan menyimpan energi listrik sejumlah kapasitas baterai yang dimilikinya.
Sedangkan mode kedua adalah mode online, yakni saat listrik padam dan UPS tidak mendapat suplay energi listrik, maka secara otomatis UPS akan menyala dan memberikan suplay energi listrik ke komputer. Jenis UPS sangat bermacam-macam, mulai dari yang kecil untuk skala rumahan, sampai yang besar untuk skala industri.
Harga masing-masing UPS pun juga beragam mulai dari yang paling murah senilai ratusan ribu, hingga yang paling mahal mencapai ratusan juta. Namun secara umum fungsi UPS baik yang murah maupun yang mahal adalah sama, yakni sebagai cadangan listrik dikala listrik utama padam.

Pengertian, Fungsi, dan Jenis Stabilizer


Tak sedikit orang yang mengira kalau UPS dan stabilizer adalah alat yang sama. Padahal sebenarnya tidak. Stabilizer atau yang juga sering disebut dengan stavolt adalah alat yang digunakan untuk menstabilkan tegangan arus yang masuk ke komputer. Sebenarnya alat ini tak hanya bisa digunakan untuk komputer, namun juga alat elektronik lainnya.
Yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa kita harus menggunakan stabilizer dan untuk apa arus tegangan listrik harus distabilkan? Seperti yang kita ketahui bersama bahwa komponen elektronik seperti kapasitor, transistor, dan kawan-kawannya sangat rawan terhadap tegangan dan arus yang tidak stabil.
Dengan menggunakan stabilizer, kita dapat meminimalisir terjadinya kerusakan komponen elektronik akibat tegangan arus yang tidak stabil. Dengan begitu umur alat-alat elektronik mulai dari televisi, radio, hingga komputer akan lebih awet dan punya umur panjang.
Jenis stabilizer juga sangat bermacam-macam, mulai dari yang paling kecil untuk skala rumahan, hingga yang paling besar untuk skala industri. Brand dan harganya juga bervariasi. Semakin mahal stabilizer biasanya punya kualitas yang lebih baik, walaupun tidak ada jaminannya.
Nah, itulah tadi beberapa informasi mengenai pengertian, fungsi, jenis UPS dan stabilizer. Semoga informasi yang kami sampaikan kali ini dapat bermanfaat, khusus bagi anda yang sedang mencari tahu apa itu UPS dan stabilizer. Kami akan sangat senang jika anda mau share informasi ini. Sampai jumpa.
Published: By: Unknown - 05.22

Mengenal Simbol Komponen Aktif dan Komponen Pasif

Mengenal Simbol Komponen Aktif dan Komponen Pasif

thumbnail 1 summary

Diagram di bawah ini  menunjukkan komponen pasif, resistor, kapasitor dan induktor, dan juga komponen listrik seperti saklar, relay, motor dan lampu. Juga yang ditampilkan dalam gambar adalah simbol untuk kabel yang tidak tersambung (tidak ada sambungan listrik fisik) dan kabel yang tersambung (sambungan listrik fisik).

Komponen pasif


Diagram berikut  ini menggambarkan komponen aktif, perbedaan antara aktif dan pasif adalah bahwa komponen aktif membutuhkan sumber daya untuk bekerja, sedangkan komponen pasif tidak membutuhkan aliran arus dan tegangan. Simbol atas merupakan tabung hampa atau perangkat termionik. Meskipun pada satu waktu, ini sedang digantikan oleh transistor yang lebih kecil dan sirkuit terpadu, komponen-komponen tadi menemukan jalan aliran kembali ke elektronik untuk digunakan dalam peralatan audio profesional dan beberapa penerima radio dan perangkat elektronik lainnya. Hal dasar ini sangat penting untuk memulai belajar elektronika

Komponen aktif
Published: By: Unknown - 04.36

Rabu, 17 Mei 2017

Program Arduino: Sensor Suhu LM35

Program Arduino: Sensor Suhu LM35!

LM35 adalah jenis sensor yang dapat mendeteksi keadaan suhu disekitar lingkungan.

Dan projek Arduino kita kali ini adalah kita akan, "Mengukur suhu dilingkungan sekitar."

Yang perlu disiapkan:

1x Arduino
1x Breadboard
1x LM35 Sensor Suhu
2x LED hijau
2x LED kuning
2x LED merah
6x Resistor 220ohm
11x Kabel Jumper

Lalu pasang seperti Gambar dibawah ini:


NOTES:
  • Pasang dari GND dan 5V Arduino ke Breadboard.
  • Pasang kaki kiri LM35 ke 5V, kaki kanan LM35 ke GND, kaki tengah LM35 ke pin A0 Arduino.
  • Pasang kaki Positif LED hijau ke pin 2 dan pin 3, LED kuning ke pin 4 dan pin 5, LED merah ke pin 6 dan pin 7 Arduino.
  • Setiap kaki negatif LED dipasang ke GND menggunakan Resistor 220ohm.
Untuk pemograman Sensor Suhu LM35, kamu bisa gunakan sketch dibawah ini:
int LM35 = A0; // membuat variabel LM35 untuk pin A0 Arduino
int nilaiLM35= 0; // membuat variabel nilaiLM35 untuk menyimpan nilai sensor

void setup(){
Serial.begin(9600); // komunikasi serial dari Arduino ke Komputer
}

void loop(){
nilaiLM35 = analogRead(LM35); // menyimpan nilai dari LM35 ke variabel nilaiLM35
nilaiLM35 = nilaiLM35 * 0.488; // konversi nilai dari LM35 menjadi Derajat Celcius
Serial.println(nilaiLM35);                 // menampilkan nilai dari LM35 ke Serial Monitor
delay(500);                         // memberi jeda sebanyak 500 milidetik
}
NOTES:
  1. Serial.begin(9600); kode yang digunakan agar Arduino bisa berkomunikasi dengan komputer.
  2. nilaiLM35 = analogRead(LM35); menyimpan nilai yang dihasilkan oleh sensor LM35 ke variabel nilaiLM35.
  3. nilaiLM35 = nilaiLM35 * 0.488; konversi nilaiLM35 ke celsius dengan dikalikan 0.4888.
  4. Serial.println(nilaiLM35); menampilkan hasil dari nilai LM35.
Membuat Indikator Suhu dengan menggunakan LED.

Yang pertama harus kamu lakukan adalah melihat nilai pada sensor suhu LM35, dengan melihat di Serial Monitor. Kamu juga bisa membuka Serial Monitor dengan menekan CTRL+SHIFT+M pada keyboard. Maka akan muncul tampilan seperti Gambar


NOTES: Angka 27 adalah nilai Suhu. Kamu bisa menyentuh Sensor LM35-nya dan nilai akan bertambah, karena sensor menerima panas dari suhu tubuh kamu.
Untuk Sketch programnya kamu tinggal tambahkan kode untuk LEDnya, 
dan kode if seperti dibawah ini:
If ( nilaiLM35 == 28){
     kode perintah...
}
Untuk Sketch versi lengkapnya, kamu bisa salin ulang dibawah ini:
int LM35 = A0; // membuat variabel LM35 untuk pin A0 Arduino
int nilaiLM35= 0;   // membuat variabel nilaiLM35 untuk menyimpan nilai sensor
int LED1= 2;         // membuat variabel LED1 untuk Pin 2 digital
int LED2= 3;       // membuat variabel LED2 untuk Pin 3 digital
int LED3= 4;       // membuat variabel LED3 untuk Pin 4 digital
void setup(){
Serial.begin(9600);     // komunikasi serial dari Arduino ke Komputer
pinMode(LED1, OUTPUT);   // mengatur LED1 menjadi OUTPUT
pinMode(LED2, OUTPUT);   // mengatur LED2 menjadi OUTPUT
pinMode(LED3, OUTPUT);   // mengatur LED3 menjadi OUTPUT
}
void loop(){
nilaiLM35 = analogRead(LM35);   // menyimpan nilai dari LM35 ke variabel nilaiLM35
nilaiLM35 = nilaiLM35 * 0.488;   // konversi nilai dari LM35 menjadi Derajat Celcius
Serial.println(nilaiLM35);     // menampilkan nilai dari LM35 ke Serial Monitor
delay(500);                     // memberi jeda sebanyak 500 milidetik
if (nilaiLM35 == 28)       // jika nilaiLM35 sama dengan 28
{
  digitalWrite(LED1, HIGH); // LED1 menyala
  digitalWrite(LED2, LOW);   // LED2 mati
  digitalWrite(LED3, LOW);   // LED3 mati
}
else if (nilaiLM35 == 29)   // jika nilaiLM35 sama dengan 29
{
  digitalWrite(LED1, HIGH); // LED1 menyala
  digitalWrite(LED2, HIGH); // LED2 menyala
  digitalWrite(LED3, LOW);   // LED3 menyala
}
else if (nilaiLM35 == 30)   // jika nilaiLM35 sama dengan 30
{
  digitalWrite(LED1, HIGH); // LED1 menyala
  digitalWrite(LED2, HIGH); // LED2 menyala
  digitalWrite(LED3, HIGH); // LED3 menyala
}
else                       // jika tidak
{
  digitalWrite(LED1, LOW);   // LED1 mati
  digitalWrite(LED2, LOW);   // LED2 mati
  digitalWrite(LED3, LOW);   // LED3 mati
}
}
NOTES:
  • Nilai yang kamu pakai pada LM35, disesuaikan dengan nilai suhu dilingkungan kamu. Karena suhu disuatu tempat dengan tempat lain bisa saja berbeda bukan? ;)
  • if (nilaiLM35 == 28) kode ini digunakan untuk perintah logika, “jika nilaiLM35 sama dengan 28.” arduino akan menjalankan kode perintah yang ada pada program if ini.
  • else if (nilaiLM35 == 29) tapi jika nilainya ternyata sama dengan 29, maka arduino akan menjalankan kode perintah pada else if.
  • Else tapi jika tidak ada yang sama dengan nilai pada nilai if dan else if, maka arduino akan menjalakan kode perintah pada else.
MARI LEBIH KREATIF!!!
  1. Masih ada 3 LED yang belum digunakan pada rangkaian.
  2. Kamu bisa buat program, "Jika nilai LM35 == 28, maka setiap LED berwarna hijau menyala. Jika nilai LM35 == 29, maka setiap LED warna kuning menyala. Dan jika nilai LM35 == 30, maka setiap LED warna merah menyala.
Selamat mencoba ;)
Published: By: Unknown - 06.44

Macam-Macam Jenis Sensor Pada Robot

Macam-Macam Jenis Sensor Pada Robot

Seperti Indera pada manusia. Robot dapat mengenali lingkungannya dengan menggunakan sensor. Seperti manusia yang dapat merasakan dingin dengan kulitnya, melihat dengan matanya, mendengar dengan telinga, mengecap dengan lidahnya, dan mencium dengan hidungnya.


Jika manusia hanya memiliki 5 indera secara fisik. Robot bisa memiliki lebih banyak dari itu, karena robot bisa menggunakan sensor apa saja. Robot bisa mendapat informasi lebih banyak, termasuk seperti indera pada hewan. Robot bisa memiliki semuanya.

Jenis-Jenis Sensor Pada Robot

Ada banyak sekali jenis sensor yang bisa ditanamkan pada robot. Dengan memiliki fungsi yang beragam juga. Diantaranya adalah;

1. Touch Sensor. Adalah jenis sensor yang akan mendeteksi ketika disentuh, ibarat kulit. Touch Sensor pada dasarnya adalah saklar yang memiliki berbagai jenis bentuk. Pada robot digunakan untuk misalnya; mendeteksi objek yang ada pada tangan robot, mencegah terjadinya tabrakan pada robot beroda, dan masih banyak lagi.

Push Button dan Touch Sensor

Contoh touch sensor yang paling sederhana adalah Push Button. Dan yang lebih baiknya bisa kamu lihat pada gambar atas.

2. Light Sensor. Sensor ini mendeteksi cahaya atau peka terhadap cahaya disekitarnya. Dengan sensor ini robot dapat mengetahui gelap dan terang suatu objek, tempat, siang atau malam.

LDR Sensor dan IR Sensor

Untuk menentukan gelap dan terang suatu tempat biasa menggunakan LDR Sensor, sementara untuk keperluan Robot Pengikut Garis (Line Follower) menggunakan InfraRed Sensor.

3. Color Sensor. Sama seperti light sensor atau Infra Red sensor, color sensor juga bisa mendeteksi gelap terang dengan menangkap warna hitam dan putih. Tapi selain itu, Color Sensor juga dapat mendeteksi warna lainnya seperti merah, biru, kuning, dan sebagainya.

Light Sensor

Pada aplikasinya color sensor juga bisa digunakan untuk membuat robot Line Follower, bahkan yang lebih canggih, yaitu: dapat mengikuti garis dengan warna yang lebih spesifik.

4. Distance Sensor. Adalah jenis sensor yang digunakan untuk mendeteksi objek dengan cara mengukur jarak objek tersebut. Sensor ini bisa mengukur jarak dengan sangat akurat. Dalam robot, Distance Sensor berguna sebagai mata. Robot dapat melihat objek didepannya dengan sensor ini.

Ultrasonic Sensor

Contoh Distance Sensor yang paling sering digunakan adalah Ultrasonic sensor. Cara kerjanya sama persis seperti mulut dan telinga pada kelelawar.

5. Sound Sensor. Mendeteksi suara disekitar robot, fungsinya tentu saja seperti telinga. Melalui program sensor ini bisa membedakan suara yang nyaring, suara yang tidak nyaring, dan hening. Intensitasnya bisa kita atur manual, atau melalui program, tergantung jenis Sound Sensor yang dipakai.

Sound Sensor dan Voice Recognition

Bahkan untuk jenis Voice Recognition, itu bisa diprogram untuk mendengar kata (bahasa) yang digunakan manusia.

6. Balance Sensor. Biasa digunakan untuk membuat robot tetap seimbang. Mengetahui kemiringan, dan membantu bangun saat robot terjatuh.

Ballance atau Gyro Sensor

Salah satu contohnya adalah Gyroscope, dipakai juga pada Smartphone.

7. Gas Sensor. Berfungsi untuk mendeteksi berbagai jenis gas atau asap yang ada disekitar. Seperti hidung pada manusia, dapat membedakan yang mana gas yang biasa mana gas yang berbahaya.

Gas Sensor

Contoh penerapan gas Sensor adalah untuk robot penjinak Bom, atau robot GreenBird.

8. Temperatur Sensor. Sama seperti kulit yang dapat merasakan panas dan dingin. Dengan temperatur sensor robot dapat mengenali suhu yang ada disekitarnya.

Temperatur Sensor

Sebenarnya masih banyak lagi sensor yang bisa kamu gunakan untuk robot. Tapi 8 sensor diatas adalah yang paling sering digunakan. Dan kalau kamu mengetahui ada lagi sensor yang menurut kamu bagus dipasang untuk robot, kamu boleh berbagi dikotak komentar ya... Saya tunggu.
Published: By: Unknown - 06.38